manusia,keragaman,dan kesederajatan

Manusia, Keragaman, dan Kesederajatan

 

Makalah

 

 

 

Guru Pembimbing : Bu.Zuyyina Fihayati,S.Pd.I

 

 

Disusun Oleh :

 

 

 

 

 

KELOMPOK 11

 

 

 

 

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

2012

 

 
   

 

 

 

KATA PENGANTAR

 

 

Pertama-tama kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat Allah SWT karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan  makalah yang berjudul “Manusia, Keragaman, dan Kesederajatan” dengan baik.meskipun ini jauh dari kesempurnaan tapi kami akan berusaha untuk menyelesaikan makalah dengan baik.

Secara garis besar, makalah ini berisi tentang struktur mayarakat yang ada di Indonesia baik yang bersifat majemuk maupun dinamis. Kami sebagai penyusun berharap agar makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca maupun kami sebagai penyusun.

Kami sadar bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Oleh sebab itu, saran dan kritik dari para pembaca sangat kami harapkan, agar makalah ini menjadi sebuah makalah yang benar-benar terjamin kebenarannya. Semoga makalah ini bermanfaat.

 

 

Sidoarjo, 1 Mei 2012

 

      

                                                                                                           Penyusun

 

 

DAFTAR ISI

 

Kata Pengantar………………………………………………………………………………………… …… iii

Daftar Isi…………………………………………………………………………………………………        iv

BAB I : PENDAHULUAN……………………………………………………………………… ……. 5

1.1. Latar Belakang………………………………………………………………………………… ……. 5

1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………………………….. ……. 5

BAB II : PEMBAHASAN……………………………………………………………………….. ……. 6      

2.1 Makna Keragaman dan Kesederajatan………………………………………………… ……. 6

2.2 Pengaruh Keragaman terhadap Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, BernegaradanKehidupanglobal………………………………………………….      7

2.3 Problematika Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam…………………. ……. 8

2.4 Unsur-Unsur Keragaman Masyarakat Indonesia…………………………………… ….. 11      

2.5 Struktur Masyarakat Indonesia…………………………………………………………… ….. 13

BAB III : SIMPULAN…………………………………………………………………………………. 15

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………………………… 16

 

 

 

 

 

 

 
   

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1  Latar Belakang

            Indonesia merupakan Negara kepulauan dengan kebudayaan yang beragam. Struktur masyarakat Indonesia ditandai dengan keragaman suku bangsa, ras, agama dan budaya. Namun keragaman ini menimbulkan konflik dimana-mana. Keadaan seperti ini menggambarkan bahwa unsur-unsur yang ada di Indonesia belum berfungsi secara satu kesatuan. Yang menjadi pemasalahan sekarang adalah bagaimana membuat unsur-unsur yang ada di Indonesia menjadi suatu system yaitu adanya jalinan kesatuan antara satu unsur dengan unsur yang lain, atau bagaimana membuat Bangsa Indonesia dapat terintegrasi secara nasional.

1.2  Rumusan Masalah                                                            

  1. Apa makna keragaman dan kesederajatan?
    1. Apa yang memengaruhi keragaman terhadap kehidupan beragama, bermasyarakat, bernegara, dan kehidupan global?
    2. Apa saja problematika diskriminasi dalam masyarakat yang beragam?
    3. Apa unsur-unsur keragaman masyarakat Indonesia?
    4. Apa struktur masyarakat Indonesia?

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1  Makna Keragaman dan Kesederajatan

   Keragaman berasal dari kata ragam yang menurut kamus besar bahasa    Indonesia (KBBI) artinya :

1. tingkah laku

2. macam jenis.

3. lagu musik : langgam

4. warna :corak : ragi

5. (ling) laras (tata bahasa).

Sehingga keragaman yang dimaksud disini adalah suatu kondisi masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi, adat kesopanan serta situasi ekonomi.

Struktur masyarakat Indonesia yang majemuk dan dinamis, antara lain ditandai oleh keragaman suku bangsa, agama, dan kebudayaan. Sebagaimana diketahui bahwa bangsa Indonesia memiliki keragaman suku bangsa yang begitu banyak, terdiri dari berbagai suku bangsa, mulai dari sabang hingga Merauke, ada suku Batak, suku Minang, suku Ambon, suku Madura, suku Jawa, suku Asmat, dan masih banyak lainnya.

 

Kesederajatan berasal dari kata sederajat yang menurut (KBBI) artinya adalah sama tingakatan (pangkat, kedudukan). Dengan demikian konteks kesederajatan disini adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada pada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan Hierarki. termasuk perlakuan yang sama dalam bidang apapun tanpa membedakan jenis kelamin, keturunan, kekayaan, suku bangsa, daan lainnya. Dalam pandangan Islam, kedudukan manusia itu sama dalam segala hal, dan yang paling mulia kedudukannya dimata Tuhan, adalah didasarkan pada ketaqwaannya dan keimananya.

 

 

2.2 Pengaruh Keragaman Terhadap Kehidupan Beragama, Bermasyarakat, Bernegara, dan Kehidupan Global

Berdirinya Negara Indonesia dilatarbelakangi oleh masyarakat yang demikian majemuk, baik secara etnis, geografis, kultural maupun religius. Manusia secara kodrat diciptakan sebagai makhluk yang mengusung nilai harmoni. Perbedaan yang berwujud baik secara fisik maupun mental, seharusnya dijadikan sebuah potensi untuk menciptakan sebuah kehidupan yang menjunjung tinggi toleransi. Tetapi sering kali yang terjadi adalah, perbedaan tersebut justru memicu ketegangan hubungan antar anggota masyarakat.

Sifat dasar yang selalu dimiliki oleh masyarakat majemuk sebagaimana dijelaskan oleh (Van de Berghe).

  1. Terjadinya segmentasi (pemisahan diri) kedalam kelompok-kelompok yang seringkali memiliki kebudayaan yang berbeda.
  2. Memiliki struktur sosial yang terbagi-bagi kedalam lembaga-lembaga yang bersifat non komplementer (melengkapi).
  3. Kurang mengembangkan konsensus (kesepakatan) diantara para anggota masyarakat tentang nilai-nilai sosial yang bersifat dasar.
  4. Secara relatif sering kali terjadi konflik diantara kelompok yang satu dengan yang lainnya.
  5. Secara relative integrasi sosial tumbuh diatas paksaan dan saling ketergantungan didalam bidang ekonomi.
  6. Adanya dominasi politik oleh suatu kelompok terhadap kelompok yang lain.

Realitas diatas harus diakui dengan sikap terbuka, logis dan dewasa. Karena dengan adanya sifat terbuka itulah solusi dari akar permasalahan yang terjadi akibat kemajemukan dapat dipertumpul.

 

2.3 Problematika Diskriminasi dalam Masyarakat yang Beragam

Diskriminasi adalah setiap tindakan yang melakukan melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok atau sekelompok orang berdasarkan ras, agama, suku, etnis, kelompok, golongan, status dan kelas social-ekonomi, jenis kelamin, kondisi fisik tubuh, usia, orientasi seksual, pandangan ideology dan politik, serta batas Negara dan kebangsaan seseorang.

Beberapa faktor penyebab terjadinya diskriminasi:

  1. Persaingan yang semakin ketat dalam segala aspek kehidupan.
  2. Tekanan dan intimidasi.
  3. Ketidakberdayaan golongan lemah, sehingga terus menerus menjadi korban diskriminasi.
  4. Disintegrasi bangsa

 

Faktor utama penyebab terjadinya disintegrasi bangsa:

a)    Kegagalan kepemimpinan

Integrasi bangsa adalah landasan bagi tegaknya sebuah Negara modern. Keutuhan wilayah Negara sangat ditentukan oleh kemampuan para pemimpin dan masyarakat warga Negara dalam memelihara komitmen kebersamaan sebagai suatu bangsa.

b)   Krisis ekonomi

Krisis pokok, yang memicu lahirnya krisis lain (politik pemerintahan, hukum, dan sosial)

c)    Krisis Politik

Merupakan perpecahan elit ditingkat nasional, sehingga menyulitkan lahirnya kebijakan utuh dalam mengatasi krisis ekonomi. Apalagi didukung absennya sang pemimpin politik, yang harusnya mampu membangun solidaritas social untuk tetap solid menghadapi krisis ekonomi. Hal yang demikian ini menyebabkan kepemimpinan nasional tidak efektif, maka kemampuan pemerintah dalam memberi pelayanan publik akan semakin merosot.

d)   Krisis Sosial

Krisis social dimulai dari adanya tidak adanya harmoni dan berakhir pada meletusnya konflik kekerasan diantara kelompok-kelompok masyarakat (suku, agama, ras)

e)    Demoralisasi tentara dan Polisi

Pupusnya keyakinan mereka atas makn pelaksanaan tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengayom negara.

f)    Intervensi asing

Negara asing yang ingin memecah belah, seraya mengambil keuntungan dari perpecahan tersebut.

Salah satu yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat heterogen atau majemuk. Masyarakat Indonesia terwujud sebagai interaksi social dari banyak suku bangsa dengan beraneka latar belakang kebudayaan, agama, sejarah, dan tujuan yang sama. Namun tentu saja makna yang terkandung dalam Bhineka Tunggal Ika harus dipahami dan menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara.

 

2.4 Unsur-Unsur Keragaman Masyarakat Indonesia

  1. Suku Bangsa dan Ras

Suku bangsa yang menempati wilayah Indonesia dari sabang sampai merauke sangat beragam, sedangkan perbedaan Ras muncul karena adanya pengelompokan besar manusia yang memiliki ciri-ciri biologis lahiriyah yang sama seperti rambut, warna kulit, ukuran-ukuran tubuh mata, ukuran kepala dan lain-lain.

Di Indonesia, terutama bagian barat mulai dari sulawesi adalah termasuk ras mongoloid Melayu Muola (Deutero Malayan mongolid). Kecuali Batak dan Toraja yang termasuk mongoloid melayu tua (proto Malayan mongoloid). Sebelah timur Indonesia ternasuk Ras astroloid, termasuk bagian NTT.

  1. Agama dan Keyakinan

Menurut Harun Nasution agama mengandung arti ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi manusia. Ikatan yang dimaksud berasal dari suatu kekuatan yang lebih tinggi dari manusia sebagai kekuatan gaib yang tak dapat ditangkap dengan panca indra, namun mempunyai pengaruh yang besar sekali terhadap kehidupan manusia sehari-hari.

Agama yang bentuk keyakinan sulit diukur secara tepat dan rinci. Pada dasarnya agama dan keyakinan merupakan unsur penting dalam keagamaan bangsa Indonesia. Hal ini terlihat dari banyaknya agama yang diakui Indonesia.

 

 

 

  1. Kesenjangan Ekonomi dan Sosial.

Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dengan bermacam, tingkat, pangkat dan stara sosial yang hierarkis. Hal ini dapat terlihat dan dirasakan dengan jelas dengan adanya penggolongan orang berdasarkan kasta.

Hal ini yang dapat menimbulkan kesenjangan baik ekonomi maupun sosial  bagi kerukunan masyarakat. Tak hanya itu bahkan bisa menjadi sebuah pemicu perang antara etnis atau suku.

  1. Ideologi dan Politik

Keragaman masyarakat Indonesia dalam ideology dan politik dapat dilihat dari banyaknya partai politik sejak berakhirnya orde lama. Meskipun pada dasarnya Indonesia hanya mengakui satu Ideologi, yaitu Pancasila yang benar-benar mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia

  1. Tata Krama

Tata krama dibentuk dan dikembangkan oleh masyarakat dan terdiri dari aturan-aturan yang kalau dipatuhidiharapkan akan tercipta interaksi sosial yang tertib dan efektif didalam masyarakat yang bersangkutan. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dimana setiap suku bangsa memiliki adat istiadat sendiri, karena adanya sosialisasi nilai-nilai dan norma secara turun temurun dari generasi ke generasi menyebabkan suatu masyarakat yang ada dalam suku bangsa yang sama akan memiliki adat dan kesopanan yang sama.

 

2.5  Struktur Masyarakat Indonesia

Struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh dua cirinya yaitu :

1.   Horizontal

Ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan social berdasarkan perbedaan suku-bangsa, perbedaan agama, adat serta perbedaan-perbedaan kedaerahan.

Perbedaan suku-bangsa, agama, adat dan kedaerahan sering kali disebut sebagai ciri masyarakat Indonesia yang bersifat majemuk. Istilah masyarakat majemuk (plural societies) ini diperkenalkan oleh J.S. Furnivall untuk menggambarkan masyarakat Indonesia pada zaman Hindia-Belanda. Plural societies yaitu suatu masyarakat yang terdiri atas dua atau lebih elemen yang hidup sendiri-sendiri tanpa ada pembauran satu sama lain dalam kesatuan politik. Masyarakat Indonesia zaman Hindia Belanda tersebut adalah tipe masyarakat tropis dimana mereka yang berkuasa dan mereka yang dikuasai memiliki perbedaan ras.

2.   Vertikal

Struktur masyarakat Indonesia ditandai adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup dalam.

Ditandai oleh adanya polarisasi social berdasarkan kekuatan ekonomi dan politik. Struktur masyarakat terpolarisasi menjadi sebagian besar orang yang secara ekonomi dan politik lemah yang menempati lapisan bawah dan sebagian kecil orang yang secara ekonomi dan politik kuat yang menempati lapisan atas.

Di bidang ekonomi, ada 2 sektor yaitu : sector ekonomi modern yang secara komersial lebih bersifat canggih, banyak bersentuhan dengan lalu lintas perdagangan internasional, profit oriented dan sector ekonomi tradisional yang bersifat konservatif, kurang mampu mengusahakan pertumbuhan, tidak profit oriented.

Struktur masyarakat dalam bidang politik ditandai adanya gap yaitu antara sejumlah kecil orang yang memegang kekuasaan dengan sejumlah besar orang yang tidak memilki kekuasaan

Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

    * Orang yang tinggal di daerah tersebut

    * Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut.

 

Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.

Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu.

Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

SIMPULAN

Struktur masyarakat Indonesia bersifat majemuk dan dinamis ditandai oleh keragaman suku bangsa, ras, agama, dan kebudayaan. Keragaman tersebut merupakan kekayaan budaya yang membanggakan, tetapi pada sisi lain mengandung potensi konflik. Jadi, keragaman tersebut haruslah dapat dicari solusinya dengan semangat pluralisme, keterbukaan dan mengembangkan kesederajatan, sehingga terciptalah kedamaian dan kesejehteraan masyarakat Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

-          Tim ISBD. Unesa.Ilmu Sosial Budaya Dasar.2008.Surabaya: Unesa University Press Anggota IKAPI

-          Suratman dkk. Ilmu Sosial Budaya Dasar. 2010. Malang: Intimedia

http://erna-na92.blogspot.com/…/manusia-keragaman-dan-kesederajatan.html

-          Koentjaraningrat. 1987 . Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta : Penerbit Djambatan.

-          Maran, Rafael Raga, 1999 .Manusia dan Kebudayaan dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar. Jakarta :Rineka Cipta.

-          Muhammad, Abdulkarim.2005. Ilmu Sosisl budaya dasar. Bandung :Citra Aditya Bakti.

-          Mutahhari, Murtadha. 1986. Manusia dan Agama. Bandung:

Mizan

 

 

 

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s